Pulang.
Tahu apa yang lucu?
Saya pernah menjual kebahagiaan saya demi
kebahagiaan kamu.
Saya pernah rela berduka, asal kamu bisa bersuka
cita.
Tapi ternyata kalau memang bukan saya yang kamu mau,
itu tidak ada harganya.
Itu baru kesalahan saya yang pertama.
Sekarang melihat kamu tersenyum bahagia asal ada
di samping dia, membuat saya bertanya...
Memang setidak pantas itu ya kalau
saya saja yang bersanding di posisi
dia?
Kalau kamu lupa, saya pernah mengorbankan
kebahagiaan yang
saya punya demi kamu bisa bersama dengan orang yang
kamu cinta.
Kalau dia tidak memberi hal yang sama,
kamu pulang saja. Kembali ke pelukanku, aku rela.
Saya pernah menjual kebahagiaan saya demi
kebahagiaan kamu.
Saya pernah rela berduka, asal kamu bisa bersuka
cita.
Tapi ternyata kalau memang bukan saya yang kamu mau,
itu tidak ada harganya.
Itu baru kesalahan saya yang pertama.
Sekarang melihat kamu tersenyum bahagia asal ada
di samping dia, membuat saya bertanya...
Memang setidak pantas itu ya kalau
saya saja yang bersanding di posisi
dia?
Kalau kamu lupa, saya pernah mengorbankan
kebahagiaan yang
saya punya demi kamu bisa bersama dengan orang yang
kamu cinta.
Kalau dia tidak memberi hal yang sama,
kamu pulang saja. Kembali ke pelukanku, aku rela.
- Aku kira aku sudah lupa. (3/7/2019)